SANJAY..... :)

Selamat berkarya untuk masa depan....sukses selalu...

Selasa, 14 Desember 2010

SMS Premium, Hitam Kelamnya Bisnis Teknologi Komunikasi

Macam-macam saja orang mencari duit jaman sekarang, Media telekomunikasi menjadi favorite orang-orang pemalas untuk mencari uang. Tengok saja iklan layanan jasa yang mengunakan SMS di TV. Ada yang bicara tentang Zodiak atau ramalan, jodoh, SMS chating atau quiz2 yang mengiming-imingi hadiah besar. Terakhir saya lihat ada quiz lelang termurah, wah2 ada yang mengumpulkan uang receh malah terlihat seperti gambling alias judi…!! Itu semua adalah bisnis SMS premium, yaitu SMS bertarif tinggi dengan menggunakan 4 digit nomor tujuan. Mereka yang menyelenggarakan acara “bandar” berbagi persenan hasil dari SMS tersebut. Misal biaya SMS Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk bandar (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam per hari dan membuat program aplikasinya
Jika anda beranggapan bahwa modal untuk pengiriman SMS premium tidaklah sebesar keuntungan saat mendapatkan hadiah/trophy_nya. Boleh saja anda berkata begitu, tapi sebesar apa kemungkinan anda mendapatkan kesempatan untuk menang? Saat ini ada 110 juta pelanggan selular di Indonesia, jikalau 5% saja dari mereka mengikuti program SMS yang sama dengan anda berarti ada 1/ sekian juta kesempatan yang bisa anda menangkan. Lalu Bandar ini sudah mengetahui kapan atau pengirim keberapa saat terjadi titik impas pembelian modal (balik modal) dalam hal penyelenggaraan SMS premium tersebut. Kalikan saja Rp 2000 X 5.500.000 X 40% = RP 4 Miliard. Bandingakan dengan harga hadiah yang diiming-imingkannya, hadial milliaran tetap saja mereka untung besar.Melihat potensi seperti ini, jelas saja manusia-manusia pemalas ini melirik memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai ajang pencarian duit layaknya judi.
Maka pintar-pintar saja memilih program SMS premium, perhatikan cara kerjanya dan yang penting cara untuk berhenti. Biasanya penulisan untuk berhenti ditulis dengan huruf sangat kecil(mungkin supaya gk kelihatan) atau bahkan tidak ada. Jadi Pulsa anda akan terus terpotong, mau tidak mau anda harus mengganti nomor HP anda.
http://maleosite.blogspot.com/2008/03/sms-premium-hitam-kelamnya-bisnis.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar